Well, this is true story. Aku merasa diriku sama sekali tidak cantik, jelek bahkan. Bukannya tidak bersyukur akan pemberian Tuhan, tapi mengetahui orang lain memalingkan muka saat melihatku tuh nyakitin banget, membuatku berpikir "Duh Gusti, apa aku begitu jeleknya sampai2 orang lain nggak mau lihat mukaku?". Sebagian besar permintaanku pada Tuhan adalah untuk dilahirkan sebagai gadis yang cantik, gadis yang bisa jadi tokoh utama dalam kehidupannya sendiri, karena dengan jadi cantik aku bisa jadi orang yang lebih hebat, lebih berani, tidak akan diremehkan lagi. Mungkin kalian merasa ini konyol, tapi aku yakin banyaaak sekali orang2 diluar sana yang ngalamin apa yang aku alami.

Benci saat bercermin, menunduk saat di ajak bicara, tak berani berharap untuk dicintai (well, karena sejelek2nya cowok, mereka tetap ingin punya pacar cantik), tak percaya diri untuk melakukan apapun, menghindar saat akan dikenalkan pada lawan jenis. Aku mengalami semua itu. Dan pada suatu titik, aku ingin menjalani operasi plastik (this is serious). I would like to put my self under the knife. Kenapa? Karena hidup ini cuma sekali, dan aku tidak bisa memilih rupa saat dilahirkan. Aku ingin memperbaiki hidupku dengan memperbaiki mukaku, sungguh, tak banyak hal yang bisa dilakukan orang jelek. Aku yakin aku bisa jadi gadis yang jauh lebih hebat dengan menjadi cantik (sounds silly? yep, but i know its really2 true). Dan yang sangat mungkin, aku ingin menjadi cantik karena ingin dipuja, disukai, dicintai... begitulah... Benarkah cantik itu dari hati? Kupikir cuma orang jelek yang akan mengatakannya.

Aku suka drama Korea, aku suka artis2 Korea. They are so pretty from head to toe. Dan aku tahu mereka banyak yang melakukan operasi plastik. Melihat foto "before and after" mereka, kadang membuatku iri, seandainya aku bisa melakukannya juga. Coba kalian lihat transformasi wanita yang biasa2 saja ini hingga jadi cantik:



Oh My God, she can be a hallyu star. She makes me wanna.... you know what. Meskipun sangat ingin melakukannya,  aku sadar aku takkan pernah melakukannya (the surgery). Karena aku nggak punya uang, karena aku akan merasa jahat mengubah pemberian Tuhan, karena itu bertentangan dengan prinsipku. Dan setelah kupikir2, jika kecantikan itu bisa dibeli, semua yang membelinya akan kelihatan sama, karena mereka ingin wajah yang sama (hidung mancung, mata yg lebar, rahang oval, dll), kelihatan kan kalo orang2 yang ngelakuin plastic surgery looks similar (Oh thanks, maturity). Jadi aku memutuskan untuk jadi sebagaimana harusnya aku menjadi, i will deal with that. And people! Please stop harassing me or other girl like me!