Saya gak ngefans sama Raditya Dika loh, biasa aja, suwer. Sudah baca bukunya yang Kambing Jantan, ketawa juga gak terlalu ngakak. Mungkin gara2 bukunya Bang Dika (sok akrab) bukan untuk range usia saya (baca: udah tua). Mungkin juga gara2 saya dendam soalnya Bang Dika ini (saat berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Malang) pernah ngetawain anak SMA yang medok di depan hidung saya, sebagai orang yang ngomongnya juga medok saya tersinggung. Atau gara2 setelah saya nonton film Kambing Jantan, justru saya lihat si Raditya Dika ini sebagai cowo manja, yang gak ngehargain kerja keras ortunya (yang kaya) buat biayain dia sekolah di luar negeri (yang mahal). Gila aja, masa nentuin jurusan buat kuliah di luar negeri pake undian. Masih banyak janda2 terlantar di luar sana, Bapaaaak!

Tapi biarpun saya nggak ngefans Raditya Dika, saya follow twitternya kok. Lumayanlah buat dijadiin referensi kalo ikutan kuis. Dan dari twitter itu saya tahu istilah KOPI PERTAMA PAGI INI, dan saya suka bacanya. Apa itu Kopi Pertama Pagi Ini. Semacam.... apa yaaa?? Analogi antara perasaan dengan kopi? Bingung ah ngejelasinnya, baca sendiri aja disini, kumpulan Kopi Pertama Pagi Ini by: Raditya Dika.

Kopi pertama pagi ini. Manis, terlalu cepat dingin. Seperti dua orang yg mulai saling kenal, lalu salah satu mundur di tengah jalan.

Kopi pertama pagi ini. Pahit, tanpa rasa lain. Seperti seseorang yg menghabiskan masa mudanya mencintai orang yg salah.

Kopi pertama pagi ini. Pahit, tersamar manis. Seperti seseorang yg kesulitan membedakan jatuh cinta dgn rasa penasaran.

Kopi pertama pagi ini. Pahit, pekat, penuh ampas. Seperti jatuh cinta tapi tak dianggap.

Kopi pertama pagi ini. Pahit, hambar, penuh ampas. Seperti pasangan yg sudah tdk cocok tp memaksa untuk cocok, karena takut sendirian lagi.

Well, i love the idea, i love coffee. Kopi pertamaku pagi ini manis, wangi, dan hangat. Seperti wanita yang tak sabar menunggu pujaan hati. Nah gimana kopi pertama kalian pagi ini?