Ada sesuatu yang aneh tentang jurusan yang kupilih untuk melanjutkan hidupku yang dramatis ini teman-teman. Untuk kalian ketahui, aku tak pernah berniat memasukinya. Begitu pula 60 persen teman-temanku yang lain. Aku dan mereka yang 60 persen itu masuk jurusan Teknik Sipil dengan berbagai alasan kecuali niat dari hati yang paling dalam.
Kalau kalian tak tahu pendidikan macam apa yang diterima di Teknik Sipil, akan kuceritakan. Kami diajari cara membangun gedung, cara menggambarnya, cara menghitung kebutuhan konstruksinya, cara mendesainnya juga. Sejujur-jujurnya kukatakan Teknik Sipil adalah jurusan yang sangat keren untuk kuliah. Tidak semua orang bisa diterima dijurusan semacam ini, di luar negeri sana setahuku Teknik Sipil adalah jurusan yang sulit dimasuk. Namun sekali lagi kukatakan, 60 persen dari isi kelas adalah mahasiswa salah jurusan. Mereka mengira bisa jadi lebih keren dengan memasuki jurusan ini.
 Sebenarnya untuk para pria yang merasa keren di luar sana, kalian yang ingin mencari gebetan cantik pada masa kuliah, kusarankan untuk tidak memilih fakultas teknik. Seperti yang diceritakan dalam film Jomblo, perbandingan mahasiswi terhadap seluruh kelas adalah 1:8. Dari 40 siswa di kelas hanya ada 5 mahasiswi. Jika perkiraan persentase wanita cantik di dunia ini adalah sejumlah 20 persen dari keseluruhan populasi wanita didunia, maka dari lima mahasiswi di kelas teknik sipil hanya terdapat satu mahasiswi yang cantik. Artinya adalah seorang pria harus bersaing dengan 34 pria lain untuk merebut perhatian si gadis cantik. Itulah hidup, kawanku.
Teknik sipil juga bukan tempat yang tepat untuk bujangan yang tertarik pada bunga dan kupu-kupu. Aku sangat menghargai pria yang menyukai bunga dan kupu-kupu, aku tak pernah menganggap pria seperti itu banci (kecuali mereka memang memiliki gelagat demikian). Sayangnya hanya aku sendiri yang tahu, teman sekelasku tak ada yang tahu (atau mau tahu). Biar kuceritakan pada kalian kisah seorang sahabatku. Beberapa waktu yang lalu dosen kami menugaskan untuk presentasi mengenai Perencanaan Proyek. Sahabatku, lelaki tulen yang pandai, lembut hati, serta rajin, dengan sukarela dan tidak dipaksa (demi mendapat nilai terbaik), mengajukan diri untuk maju pertama kali. Sungguh, topik yang dia sediakan sangat akurat dan lengkap, datanya diperoleh dari sumber-sumber terpercaya, dan yang terpenting dia sangat menguasai apa yang dia sampaikan. Seisi kelas ternganga melihat dia presentasi.
Tertarik, kagum, tersentuh.
Bukan, bukan karena itu. Kawan-kawan sekelasku yang tengil itu tak pernah peduli dengan presentasi hebat macam apapun. Adalah suatu pemandangan langka mereka bisa terdiam dan penuh perhatian. Tahukah kalian apa sebabnya? Dalam slide show yang ditampilkan sahabatku __lelaki tulen yang pandai, lembut hati, serta rajin__ erdapat background berupa kupu-kupu kecil yang sungguh manis, berkelap kelip dengan semburat merah jambu di sayapnya. Sungguh, sungguh, pemandangan yang menggemaskan. Namun percayalah, kalian tak akan mau menggantikan sahabatku yang telah melakukan presentasi menarik tersebut. Tahu sendiri bagaiman pria2 yang mengaku pria sejati itu menjudge seseorang. Selera pribadi yang berbeda, kurasa itulah yang menyebabkan maraknya tindakan bullying akhir-akhir ini