Pierre Tendean

Aku bisa sangat obsesif saat menyukai sesuatu. Contohnya yang satu ini. Dari jaman SD aku penasaran tentang Pierre Tendean, salah satu orang yang disebut pahlawan revolusi itu. Bukannya apa-apa, dia kan yang paling muda dan kelihatan paling ganteng di antara lainnya. (bener kan? kan? kan?)
Pierre Tendean saat SMA

Jadi seharian ini aku sibuk jalan-jalan dirumahnya mbah Google nyari informasi tentang Pierre Tendean, berikut beberapa data yang aku dapet dari mbah Google:

  • Pierre Tendean adalah seorang blasteran Minahasa (DR. A.L Tendean ) dan Prancis (Cornel ME), that's why he's so adorable. Kalo ada cowo seganteng dia di jaman sekarang, mungkin lebih milih jadi artis aja.
  • Pierre adalah ajudan dari AH Nasution. Pada masa tersebut ada ungkapan dari mahasiswi yang mendapat ceramah dari Pak Nas (AH Nasution), "Telinga kami untuk Pak Nas, tapi mata kami untuk ajudannya (Pierre Tendean)". Sepopuler itulah Pierre Tendean di kalangan wanita.
  • Jika ada lomba olah raga antar kampus, Pierre sering masuk tim basket. Ini membuat dia dikenal oleh banyak mahasiswi yang menonton
  • Saat bertugas di Medan, seorang wanita bernama Rukmini Chaimin berhasil membuat Pierre jatuh cinta.Mereka berencana menikah di tahun 1965 dan pernikahan yang seharusnya digelar bulan November itu batal karena kematian Pierre sebulan sebelumnya. Kabarnya hubungan antara Pierre dan Rukmini ditentang oleh keluarganya.
Rukmini Chaimin
  • Sebenarnya tanggal 30 September Pierre sudah menyerahkan tugasnya kepada salah seorang rekannya, karena esok harinya dia akan ke Semarang merayakan ulang tahun ibunya yang jatuh tanggal 1 Oktober. Namun Pierre Tendean keburu diculik lantaran dikira sebagai AH Nasution, dan ia tetap dibunuh meskipun telah diketahui bahwa ia bukanlah sang Jendral.
  • Kapten Pierre sering memberikan hadiah coklat kepada Ade Irma Suryani.
  • Saat menjadi seorang taruna Kapten Pierre selalu menjadi pusat perhatian gadis-gadis remaja, dan ia mendapat julukan "Robert Wagner dari Panorama" oleh gadis-gadis remaja Bandung.
  • do you know? Kapten Pierre bersekolah di SMP Negeri 1 Semarang yang dulu berdiri di Jl. Pemuda 134 Semarang, namun sekarang digunakan sebagai kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.
  • Cita-cita Kapten Pierre untuk menjadi seorang Perwira Militer tumbuh saat ia berada di tahun terakhirnya di SMA B Semarang.
  • do you know? Untuk mengurangi beban keluarganya, Pierre yang masih kecil giat menanami tanah kosong di sekitar rumahnya dengan singkong, ubi, pepaya dan sayur-sayuran.
  • Pierre merupakan Ajudan Jendral A.H Nasution yang termuda, baik usia maupun dinasnya sebagai seorang militer.
  •  
Jadi pengen nangis, dia muda, berbakat, tampan dan bujangan, mengapa diambil secepat itu. Sedikit hal tentang Pierre, kalian tahu lebih banyak??? share disini ya...