Pernah merasa sedih dan sendirian?

Aku pernah, bahkan bisa dibilang cukup sering. Kadang aku merasa teman-temanku hilang satu persatu (hei, aku bahkan tak punya cukup banyak teman). Merasa tak punya tempat untuk bercerita. Wah, pokoknya banyak lah pikiran-pikiran negative seperti itu.

Kemudian aku berpikir kembali, sebenarnya aku ini cukup beruntung karena masih sempat memikirkan hal-hal sentimental nggak penting seperti itu. Di luar sana masih banyak orang yang bahkan kesulitan mencari makan, anak-anak dan remaja yang putus sekolah, orang-orang seusiaku yang karena pendidikannya tak cukup tinggi hingga kesulitan mencari kerja, korban bencana alam yang kehilangan keluarganya. Pastinya masalah sentimental puitis melodramatic romantic tidak ada dalam benak mereka.

Aku sungguh beruntung masih tersisa tempat dalam pikiranku untuk memikirkan masalah tak penting seperti itu, aku beruntung karena sempat mengenyam bangku kuliah, aku beruntung karena aku sudah mendapat pekerjaan, aku beruntung karena aku bisa mencicil motor baruku yang ganteng, aku beruntung karena masih bisa belajar corel atau photoshop, aku beruntung karena punya jaringan internet di rumah, aku beruntung karena memiliki computer ini untuk menulis keluh kesahku, aku beruntung punya keluarga yang sangat baik, aku ini sungguh terlalu beruntung sekaligus terlalu pelupa untuk bersyukur.

Kadang aku mendongak ke atas, memperhatikan orang-orang sekitarku yang kukira hidupnya lebih baik dariku, kemudian aku merasa iri dan sedih, namun saat melihat berita di televisi tentang anak jalanan, tentang anak-anak yang putus sekolah, tentang korban-korban bencana alam, aku merasa kesedihanku seperti air kran sedang kesedihan mereka bagaikan tsunami. Kemudian aku sadar kembali bahwa aku diciptakan dengan keadaan yang sangat beruntung.

Sebenarnya aku memiliki sedikit keinginan untuk mengajar di daerah terpencil dimana banyak anak-anak yang tak bisa mengenyam bangku sekolah, dimana sarana prasarana pendidikan sangat minim. Rasanya ingin jadi pekerja social dan melakukan hal baik semacam itu, tapi sampai sejauh ini aku belum melakukannya. Entahlah apa aku sanggup untuk berkorban. Mungkin terasa konyol bagi orang-orang yang mengenalku jika tahu aku punya keinginan semacam itu, setahuku aku dimata mereka adalah orang yang tak pernah sungguh-sungguh, mengerjakan sesuatu dengan setengah-setengah, dan aku akui mereka benar.

Btw:
Thanx GOD

Hhhhhmmmp… -_-??